‎Ledakan Televisi Picu Kebakaran di Badran, Rumah Warga Alami Kerusakan dengan Kerugian Capai Rp25 Juta

‎Yogyakarta – Sebuah insiden kebakaran yang diduga dipicu ledakan televisi terjadi di kawasan padat penduduk Badran RT 50/RW 11, Kelurahan Bumijo, Kemantren Jetis, Kota Yogyakarta, pada Selasa (19/05/2026) dini hari sekitar pukul 02.25 WIB. Peristiwa tersebut menimpa rumah milik warga bernama Bapak Tukiran dan mengakibatkan kerugian material diperkirakan mencapai Rp25 juta.

‎Berdasarkan informasi di lapangan, kebakaran bermula saat sebuah unit televisi di dalam rumah korban diduga mengalami korsleting listrik hingga meledak dan memunculkan percikan api. Dalam waktu singkat, api menyambar material yang mudah terbakar di sekitar lokasi dan membesar.

‎Mengetahui adanya kobaran api, warga sekitar bersama saksi segera melakukan tindakan cepat dengan menghubungi Posko Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Yogyakarta guna meminta bantuan pemadaman darurat.

‎Saksi yang mengetahui kejadian tersebut di antaranya Sdr. Sapar selaku anggota Satlinmas dan Sdr. Heri selaku Ketua RT setempat. Berkat respons cepat petugas gabungan, api berhasil dicegah agar tidak merembet ke rumah warga lain mengingat lokasi kejadian berada di lingkungan permukiman yang cukup padat.

‎Dalam penanganan kejadian, unsur gabungan dikerahkan, terdiri dari 2 personel TNI, 4 personel Polri, 17 personel Damkarmat, serta 5 personel Redkar. Sebanyak tiga unit mobil pemadam kebakaran turut diterjunkan ke lokasi untuk mempercepat proses pemadaman. 

‎Petugas menggunakan perlengkapan operasi berupa alat pelindung diri (APD) lengkap, lampu penerangan, selang pemadam (hose), serta nozzle guna menunjang proses penanganan di lapangan. Tim Damkarmat bersama Redkar melakukan penyerangan api secara cepat dan dinamis sekaligus melokalisasi titik kebakaran agar tidak menjalar ke bangunan lain di sekitar lokasi.

‎Beruntung, dalam kejadian ini tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka (nihil personel). Namun demikian, kerugian material akibat kebakaran diperkirakan mencapai Rp25.000.000.

‎Hingga laporan dihimpun, petugas masih melakukan proses pendinginan (overhaul) untuk memastikan tidak ada titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

‎“Kewaspadaan terhadap instalasi listrik dan perangkat elektronik di rumah perlu terus ditingkatkan guna mencegah kejadian serupa,” demikian imbauan petugas di lokasi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Optimalisasi Kesiapsiagaan, Kodim Jogja Simulasi Penanganan Bencana Kebakaran

Batuud Koramil 10/Wirobrajan Tanamkan Jiwa Nasionalisme dan Kedisiplinan

Pastikan Aman dan Siaga, Dandim Jogja Tinjau Pos Lebaran di Kepatihan