Danramil 12/Gondomanan Pimpin Pengamanan Simfoni 1001 Pembatik di Sepanjang Malioboro Hingga Titik Nol Kilometer


Yogyakarta – Koramil 12/Gondomanan melaksanakan kegiatan pengamanan Simfoni 1001 Pembatik dalam rangka mendukung kelancaran perayaan HUT ke-270 Kota Yogyakarta dan Hari Batik Nasional Tahun 2026, bertempat di Simpang Empat Taman Batik Terang Bulan (Pajeksan) Malioboro hingga Titik Nol Kilometer Kota Yogyakarta. Sabtu (3/10/2026) pukul 06.00 WIB s.d selesai,

Pengamanan dipimpin langsung oleh Danramil 12/Gondomanan Mayor Inf Abdhulah Nur Wakhid, S.Ag, dengan personil Babinsa Ngupasan Serma Kuntoro dan Sertu Arif Wibowo, serta personel dari Kodim 0734/Kota Yogyakarta. Pengamanan dilakukan secara bersinergi dengan unsur Polri, Satpol PP, Dishub dan unsur yang terkait lainnya serta panitia penyelenggara untuk memastikan kegiatan yang diikuti kurang lebih 1.000 peserta pembatik tersebut berjalan aman, tertib dan kondusif.

Kegiatan Simfoni 1001 Pembatik diselenggarakan oleh KADIN DIY bekerja sama dengan Kementerian Kebudayaan RI, Pemda DIY, Pemkot Yogyakarta, Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik, serta Dekranasda DIY selaku Ketua Organizing Committee Ibu Indah Rahayu Murniati.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Drs. Noviar Rahmad, M.Si. (Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Ekonomi dan Pembangunan), GKBRAy Adipati Paku Alam, Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono, S.Sos., M.Si., M.Sc. (Danrem 072/Pamungkas) beserta Istri, Wawan Harmawan, S.E., M.M. (Wakil Wali Kota Yogyakarta), Kepala Perwakilan BI DIY, Kepala Bank Mandiri DIY, Staf Kementerian Perindustrian RI, Kepala Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik, Wakil Ketua Umum KADIN DIY, komunitas pembatik, perajin lokal dan pelaku UMKM binaan Dinas Koperasi dan UKM DIY.

Dalam sambutan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X yang dibacakan oleh Drs. Noviar Rahmad, M.Si., disampaikan bahwa di tengah era serba cepat dan perkembangan kecerdasan buatan, batik mengajarkan pentingnya proses. Batik tidak boleh direduksi hanya pada hasil akhir, melainkan merupakan gabungan pengetahuan, keterampilan, cara berpikir dan cara pandang hidup yang diwariskan antar generasi.

"Warisan budaya hanya akan tetap hidup apabila terus ada tangan yang mengerjakannya, pikiran yang mempelajarinya, dan hati yang bersedia meneruskannya," demikian pesan Gubernur.

Danramil 12/Gondomanan Mayor Inf Abdhulah Nur Wakhid, S.Ag menyampaikan bahwa kehadiran TNI dalam kegiatan ini merupakan bentuk komitmen dalam mendukung pelestarian budaya sekaligus menjaga keamanan wilayah.

"Kami dari Koramil 12/Gondomanan bersama jajaran Kodim 0734/Kota Yogyakarta bersinergi mengamankan jalannya Simfoni 1001 Pembatik. Alhamdulillah seluruh rangkaian dari Malioboro hingga Titik Nol dan lanjutan pameran di Monumen SO 1 Maret Jl. Margo Mulyo berjalan aman dan lancar," ujar Danramil.

Acara Simfoni 1001 Pembatik menjadi bukti nyata bahwa batik sebagai warisan budaya Yogyakarta masih eksis dan menjadi kebanggaan. Kegiatan dilanjutkan dengan Pameran Batik, Hiburan dan Pertunjukan Angklung di Monumen SO 1 Maret.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pangdam IV/Diponegoro Ziarah ke Makam Pangeran Diponegoro di Makassar

Pastikan Aman dan Siaga, Dandim Jogja Tinjau Pos Lebaran di Kepatihan

Batuud Koramil 10/Wirobrajan Tanamkan Jiwa Nasionalisme dan Kedisiplinan